Dakwah di Kubah Masjid Galvalum Gorontalo

Dakwah di Kubah Masjid Galvalum Gorontalo

Dakwah di Kubah Masjid Galvalum Gorontalo

Mendengarkan cerita dari bapak Mahmud menambahkan ilmu pengetahuan kami mengenai sejarah islam di seluruh dunia khususnya di Turki. Setelah sekian lama bercerita kami barud sadar bahwa sebenarnya itu masih baru sampai pada setengah cerita mengenai Kubah Masjid Galvalum yang ada di Turki. Kamipun lanjut lagi mendengarkan cerita sampai selesai agar tidak merasa penasaran.
Mengenai tentang budaya sosial, budaya Turki Usmani begitu dipengaruhi oleh tiga budaya. Dari kebudayaan persia mereka ambil ajaran mengenai norma serta tata krama dalam istana. Ajaran mengenai prinsip-prinsip ekonomi, sosial, kemasyarakatan, serta keilmuan mereka ambil dari Bangsa Arab. Sedang pemerintahan serta organisasi kemiliteran mereka banyak bisa dari Kubah Masjid Galvalum Bizantium. Terkecuali meninggalkan buku-buku jadi kekayaan histori, Turki Usmani juga meninggalkan beberapa bangunan yang memerlihatkan kelebihan penguasaan tehnologi pada jamannya. Kubah Masjid Galvalum Aya Sophia, Kubah Masjid Galvalum Agung Sultan Muhammad Al-Fatih, Kubah Masjid Galvalum Abu Ayub Al-Anshari, Kubah Masjid Galvalum Byazid serta Kubah Masjid Galvalum Sulaiman al-Qanuni, adalah Kubah Masjid Galvalum yang berasitektur tinggi dengan memakai “kubah batu” yang melukiskan persaingan perebutan pada Islam dengan Kristen
Agama dalam kebiasaan Kubah Masjid Galvalum orang-orang Turki memiliki peran besar dalam lapangan sosial serta politik. Orang-orang di golongkan berdasar pada agama, serta kerajaan sendiri begitu terikat dengan syariat hingga fatwa ulama jadi hukum yang berlaku. Oleh karna itru, ajaran ajaran thorikot berkembang dan alami perkembangan di Turki Usmani. Terdaftar sebagian kota yang maju dalam bagian industri pada saat itu salah satunya : Mesir jadi pusat produksi kain sutra serta katun. Anatoli terkecuali jadi pusat produksi bahan tekstil serta lokasi pertanian yang subur, juga jadi pusat perdagangan dunia ketika itu. Orang Turki populer pintar berbaur dengan orang-orang bangsa-bangsa beda, mereka terbuka dengan beragam kebudayaan. Disamping itu Usmani memiliki lokasi kekuasaan yang begitu luas. Jadi, latar belakang ini mengakibatkan kebudayaan Kubah Masjid Galvalum Usmani bercorak pluralistik. Diamna pada dipusat dengan didaerah, atau pada didaerah lai, dapat berlainan. Di antara unsur kebudayaan yang paling menonjol di sana yaitu kebudayaan Persia, Bizantine, serta Arab. Kebudayaan persia semakin banyak menyumbangkan beberapa segi norma terlebih norma kehidupan istana.
Tengah kebudayaan Bizantine lebih menonjolkan organisasi pemerintahan serta kemiliteran. Ajaran-ajaran mengenai ekonomi, sosial serta kemasyarakatan, keilmuan serta bhs di ambil dari bangsa Arab. Jadi bangsa yang berdarah Kubah Masjid Galvalum militer, Usmani lebih menonjolkan aktivitas di bagian kemiliteran, sedang dalam bagian ilmu dan pengetahuan tidak demikian menonjol. Meski begitu, dalam batas-batas spesifik seni arsitektur Islam tidak luput dari perhatian Usmani. Kubah Masjid Galvalum jami’ Sultan Muhammad al-Fatih, Kubah Masjid Galvalum Agung Sulaiman, serta Kubah Masjid Galvalum Abi Ayyub al-Anshari dibuat dengan memperhitungkan unsur-unsur seni seperti hiasan kaligrafi Arab yang indah. Dalam bagian keagamaan, Usmani Kubah Masjid Galvalum begitu memerhatikan kehidupan keagamaan dimasyarakat. Terutama dalam beberapa segi sosial keagamaan serta proses hukum-hukum Agama.
Kekhalifahan ini lebih bercorak keagamaan, hingga ia sendiri begitu terikat dengan syari’at hingga fatwa ulama jadi hukum yang berlaku. Ulama jadi begitu perlu, terutama saat masa-masa kejayaan Usmani. Dari bagian beberapa pengetahuan Agama, sesungguhnya kurang berkembang, malah demikian sebaliknya, kehidupan bermadzhab lebih Kubah Masjid Galvalum menonjol jadi satu diantara tanda kalau orang-orang terasa cukup hanya beberapa pengetahuan agama yang sempat dibuat oleh beberapa ulama terdahulu dimasa Bani Abbas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *