Deddy Corbuzier Setor Kekurangan Pajak Rp 2,5 M

Deddy Corbuzier Setor Kekurangan Pajak Rp 2,5 M

Artis sekaligus pesulap, Deddy Corbuzier telah menyetorkan kekurangan pajak tahun 2016 yakni sebesar Rp 2,5 miliar kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Presenter ini melaksanakan kewajiban pajaknya setelah mendapat imbauan dari langsung dari pihak DJP.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Gambir Tiga, Agung Budiwijaya membenarkan unggahan dalam akun Instagram Deddy yang mengaku telah membayar pajak sebesar Rp 2,5 miliar.

“Ya benar, total pajaknya Rp 2,5 miliar yang dibayarkan,” ujar Agung saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Agung menjelaskan bahwa jenis pajak yang dibayarkan Deddy adalah pajak penghasilan (PPh), yakni PPh Pasal 21, PPh Pasal 25 dan Pasal 29 untuk periode 2016. Totalnya Rp 2,5 miliar.

“Pajak yang dipotong oleh pemberi kerja, PPh Pasal 25, dan PPh Pasal 29. Itu pajak dari penghasilan off air, on air,” jelasnya.

Untuk diketahui, PPh Pasal 21, yakni pemotongan, penyetoran pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh oleh wajib pajak orang pribadi (WPOP) dalam negeri.

PPh Pasal 25 terjadi apabila wajib pajak menerima atau memperoleh penghasilan lebih dari satu pemberi kerja atau mempunyai usaha bebas.

PPh Pasal 29 terjadi apabila pajak yang terutang untuk suatu tahun pajak ternyata lebih besar dari pada kredit pajak, maka kekurangan pajak yang terhutang harus dilunasi sebelum surat pemberitahuan tahunan disampaikan.

“Total pajak yang dibayarkan Rp 2,5 miliar tidak termasuk sanksi, itu hanya kekurangan pajak saja. Karena kan pajak periode 2016 dilaporkan di 2017. Deddy termasuk yang patuh lah,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *