Halaman Depan Kontraktor Kubah Masjid Galvalum di Pangkal Pinang

Halaman Depan Kontraktor Kubah Masjid Galvalum di Pangkal Pinang

Halaman Depan Kontraktor Kubah Masjid Galvalum di Pangkal Pinang

Agama dan kebudayaan. Jika kita membahas mengenai agama pastilah tidak akan lepas dari yang namanya kebudayaan. Begitupula jika kita membahas kebudayaan juga tidak akan lepas dari pengaruh yang namanya agama. Karena agar suatu agama dapat diterima di kalangan masyarakat pastilah dilakukan pendekatan dan salah satunya melalui segi kebudayaan.

Sebelumnya mengulas apakah agama sisi dari kebudayaan atau demikian sebaliknya, alangkah sebaiknya kita mencari tahu pengertian dari budaya atau kebudayaan tersebut. Dalam kamus lengkap bhs Indonesia disebutkan kalau Kebudayaan atau budaya mempunyai makna jadi fikiran atau akal budi. 8 Clifford Geertz seseorang pakar antropologi berkebangsaan Amerika yang sempat membuat satu observasi di daerah Jawa serta Bali menyebutkan halaman depan Kontraktor Kubah Masjid Galvalum, kalau kebudayaan digambarkannya jadi satu alur bebrapa arti atau beberapa inspirasi yang termuat dalam bebrapa lambang yang dengannya orang-orang melakukan pengetahuan mereka mengenai kehidupan serta mengekspresikan kesadaran mereka lewat bebrapa lambang itu. Koentjaraningrat mendeskripsikan kebudayaan jadi keseluruhnya system ide, aksi serta hasil karya manusia Kontraktor Kubah Masjid Galvalum dalam rencana kehidupan orang-orang yang jadikan punya dari manusia dengan belajar.

Pandangan yang diserahkan begini menampik ada yang gaib, Tuhan, serta wahyu dalam agama karna yang dipakai mereka yaitu cara ilmiah yang rasional empirik jadi tolak ukur untuk memastikan ada atau tidak ada suatu hal. Demikian sebaliknya beberapa agamawan atau pakar teolog tidak ingin mengaku agama jadi satu kebudayaan, karna agama di turunkan Tuhan pada manusia jadi panduan untuk mereka dalam melakukan hidup serta kehidupan di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Dengan hal tersebut kita dapat ambil satu rangkuman kalau kebudayaan yaitu keseluruhnya dari kehidupan manusia yang terpola serta diperoleh dengan belajar atau yang diwariskan pada generasi selanjutnya, baik yang tetap dalam fikiran, perasaan serta hati pemiliknya, ataupun yang telah lahir berbentuk aksi serta benda. Sedang kebudayaan agama yakni hasil kreasi manusia Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Jika kita kembali pada pengertian mengenai kebudayaan, agama (wahyu) jadi ajaran dari Tuhan tidaklah kebudayaan karna bukanlah hasil cipta, rasa serta karsa manusia. Walau demikian, ajaran agama bukanlah semua yang disebut wahyu Tuhan. Beberapa antropolog biasanya meletakkan agama jadi satu diantara beberapa segi kebudayaan karna dia adalah etika serta prinsip yang ada pada kepercayaan, pemahaman, serta rasa orang-orang yang berkaitan dengan yang gaib. Diluar itu, beberapa pakar budaya melihat dengan pojok pandang mereka serta memiliki pendapat Kontraktor Kubah Masjid Galvalum.

Masalah yang keluar dari ke-2 pendapat yang berlainan itu menyebabkan pertanyaan, apakah agama adalah hasil satu kebudayaan yang di ciptakan manusia atau demikian sebaliknya. Hilman Hadikusuma mengungkap dalam bukunya Antropologi Agama, dalam kajian antroplogi ada istlah agama, agama budaya serta kebudayaan agama. Agama yaitu ajaran yang di turunkan oleh Tuhan untuk panduan untuk umat manusia dalam melakukan kehidupannya. Sedang agama budaya yaitu panduan hidup yang datang dari pemikiran serta kebudayaan manusia Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Banyak juga yang disebut penafsiran serta pendapat pemuka agama pada wahyu Tuhan itu, hingga adalah satu kebudayaan. Diluar itu, ada juga agama yang disebut hasil kebudayaan manusia, yakni yang cuma datang dari kebiasaan turun-temurun serta tidak terang siapa pembawanya, kapan serta di mana turunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *