Presiden RI Sebut Suku Bunga Punya Peluang Turun

Presiden RI Sebut Suku Bunga Punya Peluang Turun

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meyakini peluang pemotongan suku bunga lanjutan masih terbuka lebar selaras dengan keberhasilan Indonesia ‘menjinakkan’ laju inflasi tahun ini.

Sejauh ini, inflasi tahunan diproyeksikan berada dikisaran 4%, atau turun dari 8% pada tahun 2014 ketika pertama kali Jokowi dilantik sebagai presiden.

“Ini berarti jika inflasi rendah, suku bunga kredit masih bisa turun,” ujarnya seperti yang dikutip dari wawancara Bloomberg dengan Presiden di Danau Toba beberapa waktu lalu. Namun, Jokowi menegaskan kebijakan tersebut bukan teritorinya, melainkan Bank Indonesia (BI).

Delapan kali pemotongan suku bunga acuan sejak tahun lalu, termasuk dua kali pemotongan berturut-turut tahun ini, masih dirasakan gagal untuk mendorong perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini. Pertumbuhan ekonomi macet dikisaran 5%, jauh di bawah target yang ditentukan oleh Presiden Jokowi, yakni 7%.

Sementara itu, Bank sentral yang akan mengumumkan suku bunga acuan pada hari Kamis (20/10), tampak lebih hati-hati dalam menyeimbangkan kebutuhan stimulus lanjutan dan risiko nilai tukar rupiah yang mungkin melemah pasca The Fed memperketat kebijakan moneternya.

“Sebagai mantan pebisnis, saya sangat senang jika bunga kredit turun,” tegas Jokowi yang pernah menjajal bisnis ekspor furnitur itu.

Jokowi mengungkapkan bahwa menurutnya semua pebisnis akan senang jika bunga kredit terus turun karena biaya mereka dapat lebih rendah. Dengan demikian, produk mereka dapat bersaing dengan negara lain.

Komentar Presiden tersebut mencerminkan dilema Gubernur BI Agus Martowardojo dan dewan gubernurnya ketika mereka harus memilih menekan ‘tombol jeda’ dalam kebijakannya.

Sebelumnya, Gubenur BI telah menegaskan bahwa kebijakan suku bunga akan sangat bergantung kepada data ekonomi.

Sumber: finansial.bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *